Rabu, 7 Oktober 2009

Terdetik

Tika lenamu di ulit dingin malam
Hatiku berdetik
Ke mana saat saat yang aku miliki dahulu?
Di mana ia terdampar keresahan kepiluan?
Hatiku berdetik lagi
Mungkinkah aku tidak seperti dulu lagi?
Apakah kita tidak semesra dulu lagi?
Kemudian hati ini terdetik
Apakah jurang ini menjadi pemisah kita?
Tiada gurau senda pujuk rayu
Ketika tanganmu menggapai di awangan
Seperti anak anak merengek mahukan perhatian dari sang ibu
Apakah aku tidak semesra dahulu
Membiarkan kau berlingkar di sekeliling tubuhku
Mungkin benar semuanya, detik hatiku
Maka, apakah cara yang harus aku lakukan
Bicara yang tiada seindah dulu
Gurauan yang tiada semesra dulu
Kasih sayang yang tidak lagi sehangat dahulu
Ayuh! Kabarkan padaku wahai sang pemuja
Cuma satu yang harus kau akui
Hangat sang mentari tiada berkekalan untuk sang bumi
Pasti hadir dinginnya sang bulan di malam hari
Begitu juga dgn kita insani...


0 ulasan:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Ford Cars. Powered by Blogger